Dalam beberapa tahun terakhir, tren keberangkatan umrah di kalangan generasi muda mengalami peningkatan yang signifikan. Jika dulu ibadah ini identik dengan orang tua atau mereka yang telah mapan, kini Millennials dan Gen Z mulai menjadikan umrah sebagai perjalanan spiritual yang bermakna bahkan sebagai bentuk self-healing, self-growth, hingga pencarian identitas diri. Fenomena ini menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya fokus pada dunia digital dan gaya hidup modern, tetapi juga memiliki kebutuhan untuk memperkuat hubungan spiritual.
Pencarian Makna dan Ketenangan
Hidup yang serba cepat kadang membuat anak muda merasa penat. Tekanan akademik, pekerjaan, hingga kehidupan sosial di media digital sering menimbulkan stres. Umrah menjadi ruang sunyi untuk refleksi diri; sebuah perjalanan yang menghadirkan ketenangan di tengah hiruk pikuk dunia modern.
Ibadah Sekaligus Self-Healing
Bagi sebagian generasi muda, umrah bukan sekadar ibadah wajib, tetapi juga pengalaman penyembuhan batin. Suasana Masjidil Haram dan Masjid Nabawi memberikan rasa damai, membantu seseorang berdamai dengan diri sendiri, masa lalu, dan harapan akan masa depan.
Tren Positif di Media Sosial
Konten perjalanan umrah yang dibagikan influencer, selebgram, hingga teman sebaya membuat anak muda semakin tertarik. Namun bukan sekadar ikut tren, banyak dari mereka yang kemudian menyadari kedalaman spiritual dari perjalanan ini.
Kemudahan Finansial dan Akses Informasi
Travel umrah kini memiliki banyak pilihan paket dengan harga terjangkau. Informasi, review, hingga tips perjalanan juga mudah ditemukan secara online, membuat generasi muda semakin percaya diri untuk memulai perjalanan suci ini.
Umrah sebagai Spiritual Journey ala Millennials & Gen Z
1. Perjalanan yang Lebih Personal
Berbeda dari generasi sebelumnya, Millennials dan Gen Z lebih menitikberatkan pada pengalaman pribadi. Mereka mencari makna, momen reflektif, serta perasaan kedekatan dengan Allah yang benar-benar terasa.
Catatan Perjalanan Digital (Digital Diary)
Banyak anak muda yang merekam perjalanan umrahnya dalam bentuk vlog, foto estetik, hingga tulisan. Bukan untuk pamer, tetapi sebagai dokumentasi spiritual dan pengingat atas perjalanan mereka.
3. Mindfulness dalam Ibadah
Generasi ini terkenal sadar dengan mental health. Saat menjalankan umrah, mereka lebih menikmati proses ibadah secara hadir penuh (mindful), seperti saat thawaf, sa’i, atau berdoa di Raudhah.
4. Menguatkan Identitas dan Nilai Hidup
Dalam fase mencari jati diri, umrah menjadi langkah penting untuk menentukan arah hidup. Banyak generasi muda yang pulang dengan perspektif baru, lebih damai, dan lebih yakin pada tujuan hidup.

